November15

Salah satu kiat sukses berniaga adalah membuat konsumen terkesan dengan produk yang dijual. Seperti merk es lilin ini, PAPA LEBAY yang menurut saya memang sangat ‘lebay’. Setidaknya kiatnya berhasil pada saya yang masih mengingat baik merk tersebut -bahkan- meskipun tanpa mencicipi esnya sendiri. Maklum, matahari baru saja terbit ketika itu.
Cerita dari pinggiran kota garut.
October30

Laksa isi seafood dari Noodle Cafe, mall Taman Anggrek. Saya pilih karena tampilan yang memikat di buku menu. Laksanya ditawarkan dengan pilihan, ayam, sapi, dan seafood. Untuk yang seafood ini,kaldunya ‘nendang’ dengan rasa udang yang kuat dan sangat pas dinikmati ketika panas. Pelengkapnya, telur rebus dan tahu goreng coklat -yang tidak sempat saya cicipi-. Bukan apa-apa, porsinya tidak sesuai dengan perkiraan saya, laksa yang ini terlampau jumbo untuk saya. Bayangkan saja, disajikan di mangkuk dengan diameter sekitar 20cm. Dan lagi, setelah panasnya menurun rasa asinnya menyentuh level yang tidak bisa saya toleransi.
Mungkin sebenarnya tak sebegitu asinnya, alasan saya saja yang memang seringkali ‘tidak serius’ dengan makanan.
Cerita dari acara kabur dari makan malam hotel.
October28

Gelas berisi susu dan gelas piala berisi air putih, keduanya bersebelahan dengan notebook dan materi konsinyering di atas meja forum. Si gelas air putih memang seharusnya berada disitu, tapi si gelas susu, dia adalah hasil penyelundupan dari ruang makan yang kebetulan bersebelahan dengan ballroom dimana forum diselenggarakan. Pelaku keisengan itu? Saya =D
Cerita dari ballroom dingin dengan pemateri yang agak menyebalkan
October26

Syal spesial dari Paberik Badjoe, Bandung.
Dibeli sekitar dua tahun yang lalu. Masih setia menemani kemanapun saya pergi meskipun sebenarnya tak sering digunakan sebagaimana fungsi dasarnya. Saya membelinya memang bukan karena fungsinya, tapi karena motif dan warnanya yang sangat saya sukai sejak pertama kali melihatnya di belakang mas-mas ganteng yang kebetulan jadi kassa dalam kunjungan saya kali itu. Masalah fungsi, saya anggap sebagai bonus. Terkadang Ia memang sangat membantu ketika dingin AC dari ruang-ruang dimana forum-forum yang saya ikuti diadakan, mulai merangsek, memaksa masuk menembus kulit dan mendekati tulang-tulang saya, seperti malam ini. Tapi tetap saja, yang membuat nyaman bukan hanya hangat yang ditawarkan, tapi juga tampilannya yang menawan -menurut saya-.
Ketika ada barang serupa ditawarkan kepada saya sekarang, saya akan berkata “Hangat tapi tidak sekeren yang ini, buat apa?”. Namanya juga masih cinta. Kalau besok? entahlah =)
Cerita dari ruang privat yang terpaksa harus dibagi berempat, Batavia