Semestaku
Layar 3 inch, beberapa baris kalimat, ditemani duka.
Engkau Maha adil Gusti, ajari aku melihatsemesta luar biasa ini dengan cara yang berbeda.
Agar sakit itu mereda, sedikit saja..
Cerita dari hamparan bunga, ketika separuh jiwa yang luka tak juga menemukan obatnya.
Posted with overflowed passion from Rien’s WordPress for Android
Keajaiban bernama ‘Sang Waktu’
Kehidupan memang penuh keajaiban. Apa yang ada di genggaman kita saat ini bisa saja hilang hanya dalam hitungan detik dan juga sebaliknya, dalam tempo yang sama apa yang bahkan tak pernah terpikir untuk bisa kita miliki tiba-tiba sudah di tangan. Betapa berartinya detik demi detik itu, tapi nyatanya kita [terutama aku pribadi] jauh lebih sering mengabaikannya. Detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun-tahun di belakang banyak yang berlalu begitu saja tanpa greget apa-apa.
Kerlip lampu di penghujung 2008
Seperti biasa, pemandangan itu selalu menahan mataku untuk saat yang lama. Deretan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi kaki pegunungan yang mengelilingi Bandung memang luar biasa indah terutama di malam tahun baru. Pemandangan yang membentang di hampir seluruh mata angin itu tambah semarak dengan nyala kembang api yang sesekali bermunculan. Ada kedamaian tersendiri setiap kali aku melewati beberapa sudut Bandung yang menawarkan pemandangan serupa, perasaan bahwa aku tak sendirian-lah kiranya salah satu alasannya..
