Mozaik

Sisa airmata sang langit, sisa udara beku sang sore, sendu, tapi sekaligus indah.
Cerita dari kesendirian, saat gerimis itu tak kunjung pergi.
Posted with overflowed passion from Rien’s WordPress for Android

Sisa airmata sang langit, sisa udara beku sang sore, sendu, tapi sekaligus indah.
Cerita dari kesendirian, saat gerimis itu tak kunjung pergi.
Posted with overflowed passion from Rien’s WordPress for Android
Salah satu kiat sukses berniaga adalah membuat konsumen terkesan dengan produk yang dijual. Seperti merk es lilin ini, PAPA LEBAY yang menurut saya memang sangat ‘lebay’. Setidaknya kiatnya berhasil pada saya yang masih mengingat baik merk tersebut -bahkan- meskipun tanpa mencicipi esnya sendiri. Maklum, matahari baru saja terbit ketika itu.
Cerita dari pinggiran kota garut.
Laksa isi seafood dari Noodle Cafe, mall Taman Anggrek. Saya pilih karena tampilan yang memikat di buku menu. Laksanya ditawarkan dengan pilihan, ayam, sapi, dan seafood. Untuk yang seafood ini,kaldunya ‘nendang’ dengan rasa udang yang kuat dan sangat pas dinikmati ketika panas. Pelengkapnya, telur rebus dan tahu goreng coklat -yang tidak sempat saya cicipi-. Bukan apa-apa, porsinya tidak sesuai dengan perkiraan saya, laksa yang ini terlampau jumbo untuk saya. Bayangkan saja, disajikan di mangkuk dengan diameter sekitar 20cm. Dan lagi, setelah panasnya menurun rasa asinnya menyentuh level yang tidak bisa saya toleransi.
Mungkin sebenarnya tak sebegitu asinnya, alasan saya saja yang memang seringkali ‘tidak serius’ dengan makanan.
Cerita dari acara kabur dari makan malam hotel.
Gelas berisi susu dan gelas piala berisi air putih, keduanya bersebelahan dengan notebook dan materi konsinyering di atas meja forum. Si gelas air putih memang seharusnya berada disitu, tapi si gelas susu, dia adalah hasil penyelundupan dari ruang makan yang kebetulan bersebelahan dengan ballroom dimana forum diselenggarakan. Pelaku keisengan itu? Saya =D
Cerita dari ballroom dingin dengan pemateri yang agak menyebalkan