Rienayesha's Raindrops & Hi Heels

Sepotong DeJaVu Untuk Asti

February11

Asti, bagaimana kabarmu disana?? tidak terasa lima tahun sudah aku tak lagi mendengar papaun tentangmu kecuali bahwa tanah yang kita pijak saat ini tidaklah sama. Sejujurnya, lima tahun juga sesekali aku dipaksa berusaha semampuku melupakanmu, berjuang memendam kerinduan yang mengalir dan mengarus di ruang-ruang jiwaku, mencoba melawan semua kegelisahan yang sering kali menyusup diam-diam diantara hariku As. Sering.. aku berhasil menepikanmu, tapi tetap saja tempat-tempat yang dulu kita singgahi, makanan-makanan yang dulu kita nikmati, jalan-jalan yan dulu kita susuri dan entah berapa banyak hal lagi yang dulu pernah kita bagi.. selalu saja datang dan menarikku kepada ingatan akanmu.

Memang benar apa kata aji As, kau berbeda dengan makhluk-makhluk indah lain yang pernah kami temui. Entahlah apakah kau pernah tahu, kami sering mengamatimu dari kejauhan.. ketika kau berlompatan di taman sambil sesekali membelai kelopak bunga aneka warna, ketika kau menikmati hembusan angin di balkonmu dengan mata terpejam, ketika kau menyapa semua orang yang kau temui dengan senyuman, ketika kau mempesona semua klien kita dengan matamu yang penuh keyakinan, juga ketika kau menari di tengah hujan.

Dulu.. aku, kamu dan aji seperti legenda ya As. Belum pernah ada yang bisa menyamai rekor kita untuk urusan proyek-proyek besar untuk perusahaan kita yang selalu berakhir dengan gemilang. Aku dengan segudang konsep dan ide, aji dengan kemampuannya mewujudkannya diatas kertas, dan kau dengan kemampuanmu meyakinkan orang lain yang luar biasa. Aku pernah bilang kan keberhasilan itu benar-benar berkah untukku. Ya…  karena dengan bgitu aku berkesempatan mengunjungi banyak tempat, dan itu bersamamu.

Bersamamu As, momen-momen itu benar-benar seperti sebuah masa penuh keajaiban. Hidupku yang sudah lengkap menjadi lebih dari sekedar sempurna sejak kau hadir. Meskipun yang aku mampu hanya memandangimu dari kursi di seberangmu, sambil seolah-olah melihat adegan yang hanya kita temui di film-film. Konyol, tapi aku seperti melihat roh-ku yang melangkah keluar dari raga ini lalu menuju sisimu.. membelai rambutmu.. merasakan hangat pipimu.. dan masuk ke dalam matamu. Rasanya seperti potongan scene yang tak berhenti diputar berulang kali dan aku tak pernah bosan menontonnya. Aku tahu kau tahu….. dan seperti katamu pada akhir kebersamaan kita bahwa sebenarnya bukan aku sendiri yang mengalaminya, karena kau juga punya adegan sendiri disebrang sana.

Asti, melihat pancaran matamu seperti menemukan oase yang menjadi tempatku membasuh segala kegelisahan. Mata yang seolah selalu berbicara dan meyakinkanku bahwa tak ada apapun yang perlu aku risaukan. Mata yang menghentikan anganku yang awalnya sering kelelahan dalam pencariannya, memberi sebuah jawaban dari setiap pertanyaan yang meskipun samar… anehnya selalu meyakinkan dan menenangkan. Entahlah apa sebenarnya yang kau punya, tapi bersamamu membuatku tidak ngoyo meraih mimpi-mimpi setinggi langit yang memang jauh dari jangkauan, membuatku merasa cukup dan bahkan berlebih dengan yang kupunya denganmu.

Aku memuja caramu bercanda dan mengalihkan topik pembicaraan kita dari urusan hati yang tak pernah membuatku mengeryitkan kening. Kau juga selalu berhasil meredam gundah yang sesekali muncul mengganggu langkahku. Aku tahu ada rasa yang sama dari mata itu As, aku yakin sekali saat itu. Tapi tak pernah tidak… humormu [dan akhirnya dilengkapi dengan humorku juga] membawa skor kita ke 0-0 lagi.

Malam ini adalah malam yang sama dengan malam itu, malam terakhir dari perjalanan bisnis kita di bandung.  Malam yang akhirnya  juga menjadi malam terakhir aku melihatmu yang ternyata diam-diam pergi, mengundurkan diri dari perusahaan ketika esok harinya kita kembali ke Surabaya dan aku terbang untuk tugas di negeri tetangga sampai 2 minggu setelahnya. Malam ketika aji berpura-pura ingin sendiri karena ia ingin memberi kesempatan bagi kita untuk berdua saja. Ah, dia tahu kau akan pergi kan??? dulu aku sempat begitu marah dengan kalian karena tampaknya hanya aku yang tak tahu perihal kepindahanmu.

Kau begitu cantik dengan cocktail dress warna  merah marun itu As, baju yang seolah dibuat memang hanya untukmu saja. Kesederhanaan yang kau sempurnakan dengan rambut yang kau biarkan tergerai tanpa hiasan apapun. Aku sempat terhenyak melihatmu ktika itu. Penampilan yang tak biasa untuk seorang asti.  Ya malam itu… di restoran dengan city view luar biasa itu, akhirnya segalanya mewujud menjadi kata-kata juga. Ketika kau tak lagi mematahkan kataku dengan humormu, saat skor kita bergerak dari angka nol,  saat kau membiarkan kita membahas tentang perasaan aneh ini. Masih kuingat jawabmu ketika kupertanyakan diammu,

“Mas… cinta berhak memilih kan?! Cintaku datang dan memilih untuk tak merusak apapun mas, tidak juga dirimu… Aku percaya untuk membuat sebuah kesempurnaan, kita tak perlu mengorbankan kesempurnaan yang lain. Aku selalu berpikir perasaan yang kudapat adalah anugrah, bukan untuk menciptakan kesalahan-kesalahan baru karena sejatinya ia tidak salah… tapi cara kita menyikapinya-lah yang akhirnya menentukan dimana kita berdiri”

“malam ini, maukah kau berdansa denganku??” tanyamu akhirnya.

Tahukan kau betapa bahagianya aku  malam itu. Genggaman tanganmu, pelukanmu, begitu menenangkan. Bukan gejolak ombak laut bergemuruh yang memenuhi dada dan kepalaku yang malam itu, tapi gelombang tenang sebuah permukaan danau yang menyelimuti jiwa dan ragaku. Hangat dan wangimu tak membuatku tenggelam, tapi justru membawaku ke dalam sebuah kesadaran bahwa cinta memang tak semata tentang memiliki.

Malam itu kau berikan sebuah kejutan untukku ketika kau melangkah sendiri ke panggung, berbisik sebentar kepada pemain piano yang sejurus kemudian membawakanmu sebuah gitar. Aku masih terheran-heran dengan adegan itu  ketika suaramu terdengar di mic.

“malam ini adalah malam istimewa untuk sahabat saya, Arya.. dan saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuknya. Ku yakin Cinta”

Lalu kaubiarkan suaramu mengalun bersama petikan jemarimu sendiri menyanyikan lagu indah itu yang kemudian disambut tepuk tangan seluruh tamu yang ada disana. Demi tuhan, setahun bersamamu tak pernah aku tahu bahwa kau bisa memainkan jemarimu diatas gitar dengan begitu lincahnya.

Penutup malam itupun begitu luar biasa. Kau biarkan aku menggenggam jemarimu ketika kita meninggalkan tempat itu. Di depan kamarmu kau berikan lagi tatapan dan senyuman itu. Tapi kali ini kulihat ada genangan bening disana. Betapa inginnya aku memelukmu As, dan aku tahu kau menginginkan yang sama. Tapi kau hanya bergerak membisikkan sesuatu. Aku masih merasakan hangat nafasmu ketika kau berbisik As,

“Aku yakin cinta sejati punya cara misterius yang indah untuk kembali lagi mas, suatu hari nanti…”

Senyummu lagi-lagi mengembang, sekali lagi… meyakinkanku sedetik sebelum kau menghilang di balik pintu.

Malam ini, setelah lima tahun belalu aku membuktikannya. Aku dan keluargaku memilih liburan di Bandung, di hotel yang sama dengan yang pernah kita tempati dulu. Dan disini di restoran yang sama juga, aku seolah mengalami deja vu. Aku sedang memandangi  kerlip kota bandung ketika seorang gadis maju kepanggung.

“malam ini adalah malam istimewa untuk sahabat saya, Arya..”

Aku terhenyak mendengar namaku disebut

“Saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuknya, sebuah lagu dari D’Cinnamon”

ucapnya mantap sambil memandang seorang pemuda tampan yang terpisah 3 meja dariku. Bukan aku yang ia sebutkan tadi. Kulihat mata pemuda yang dipanggil arya itu berbinar terang, senyumnya melukiskan kebahagiaan tak terkira. Gadis itu memainkan jemarinya, menyanyikan lagu yang sama denganmu, bergaun hitam dengan rambut tergerai. Adegan itu membuat mataku menghangat, aku bisa melihat ekspresi yang sama dengan ekspresimu 5 tahun yang lalu di wajah gadis itu. Dan aku rasa ekspresiku ketika itu sama persis dengan pemuda itu. Mungkin namanya bukan Asti… tapi kini aku percaya sepenuhnya…

CINTA SEJATI SELALU PUNYA CARA MISTERIUS YANG INDAH UNTUK KEMBALI…

Tiba2 ketika aku sadar, seorang gadis kecil dengan baju marun sudah berdiri di sebelahku  memandangiku dengan heran.. entah sudah berapa lama dia disana. Disodorkannya Handphone yang biasa menemaniku selama ini,

papa kenapa??? handphonenya berbunyi terus di kamar, jadi mama minta adek  untuk mengantarkannya ke ayah”

Aku hanya menggeleng kepadanya dan tersenyum. Gadis yang sudah menginjak usia SD itu membawaku ke alam nyata As, ahh… anakku sayang perwujudan cinta sejatiku yang lain.

Semoga kau bahagia dimanapun kau berada Asti…

posted under Cerpen
23 Comments to

“Sepotong DeJaVu Untuk Asti”

  1. On February 11th, 2009 at 3:47 pm gratisanboy Says:

    weleh rien.. tak kirain kisah hidup rien.. salut untuk ceritanya..

  2. On February 12th, 2009 at 1:36 am rekanbisnisku Says:

    Iya, kebahagiaan harus ada dimanapun berada. demi kenyamanan hidup

    blog rekan bisnis | rekanbisnisku.co.cc

  3. On February 12th, 2009 at 1:59 pm ryht Says:

    Oh… Penulis cerpen?

  4. On February 12th, 2009 at 6:15 pm a2i3s Says:

    Ya, Selalu ada kejutan indah untuk sebuah kata Cinta Sejati, dan Tak ada kata terlambat untuknya…

  5. On February 12th, 2009 at 7:31 pm moh rais amin Says:

    Nice Blog ;-) kasih comment blog ku yach…n met kenal

  6. On February 13th, 2009 at 12:37 am lelouch Says:

    membacanya membuat seolah hanyut dan tergoda untuk curcol (curhat colongan) hehehe..

    sudut pandang orang pertama yang membuat pembacanya larut dalam emosi dan pemikiran pelaku utama. huhuhu.. novel seperti apa yang sedang kau tulis rin?

  7. On February 13th, 2009 at 7:33 pm ãñÐrî Says:

    subhanaLLoh…

    Ceritanya bagus mbak, dari kemaren aku maen kesini baru malem ini bisa nyelesein cerita ini *hehee maklum, kemaren lagi males baca & ga afdol kalo komen tanpa baca keseluruhan Pas baca sampe si Asti maen gitar & nyanyiin lagunya D’Cinnamon aku langsung muter lagu itu… tapi kok kurang ngepas ya mbak? kurang mellow gitu *ceilleehhh pake melo melo sgala, enakan juga melon, :mrgreen: hehee

    Emang lagunya D’Cinnamon enak-enak, tapi untuk cerita ini kok lebih ngena lagunya Ten 2 Five yang Love is You, lebih enak petikan gitarnya, lebih syahdu tanpa ada perkusi lainnya. But overall ceritanya bagus dan kadang aku ngalamin juga yang [seperti] dejavu gitu, beneran ada ga sihh dejavu?

  8. On February 14th, 2009 at 11:51 am rien Says:

    >>gratisanboy, pass inget seorang sahabat bernama asti.. makanya namanya dicomot dipake disini

    >>ryht, ehmm… he eh tapi untuk konsusmsi selevel temen2 sendiri

  9. On February 14th, 2009 at 11:53 am rien Says:

    >>a2i3s; memangyang satu itu kalo dikaji nda bakalan ada habisnya.. tetep saja ber-misteri

    >>moh rais amin; salam kenal juga

  10. On February 14th, 2009 at 12:01 pm rien Says:

    >>mas lelouch, senang klo memang ada yang bisa ikut *merasakan*.. berharap suatu hari bisa ikut membuat sesuatu yang lebih besar lagi mas..

    >>Andri, klo tentang kurang melow.. sengaja, rien pengen menggambarkan kekuatan sosok asti dan bahwa dia bgitu yakin bahwa cinta yang ia miliki bukan untuk apapun kecuali obat untuk jiwanya, bukan sebaliknya.. untuk menjadi perusak hubungan lain yang dijalani arya.
    Bahwa ia cukup kuat untuk bertahan dengan apa yang sudah ia dapatkan, Bahwa meskipun i a menginginkan lebih.. ia tetap tahu ada batas yang tak boleh ia lewati..

    Dejavu sepertinya memang ada, tapi entah bagaimana ia bekerja… kec di cerpen ini.. jelas sekali hehehehe

  11. On February 15th, 2009 at 8:42 pm rekanbisnisku Says:

    ehm

  12. On February 17th, 2009 at 9:49 am O, Gitu ta Says:

    Wuah, keren amat blognya mbak Riena ye, bagus-bagus cerpennya, ayo teruskan berkarya jadi cerpenis sejati…:D:D:D Lam kenal, makasih mbak.

  13. On February 17th, 2009 at 12:23 pm jengtika Says:

    heheheh… nama depanku juga ada Asti-nya hahahha… hmmm… menghanyutkan…

    cinta memang serba misterius… di kala dendam membakar malah disiram dengan kerinduan yang amat dahsyat hingga mengalahkan kobaran api dendam…

    selamat mencinta….

  14. On February 17th, 2009 at 10:02 pm franchise Says:

    Ceritanya bagus… :)

  15. On February 21st, 2009 at 11:02 pm rekanbisnisku Says:

    blog rekan bisnis | rekanbisnisku.co.cc

  16. On March 1st, 2009 at 9:53 pm dhodie Says:

    Pemilihan katanya sangat menarik meski ada sedikit typo dan penulisan awalan yang sedikit mengganggu (nda coba diedit mba Rin?). Tapi apalah arti itu semua dibanding isi cerita.

    Hiks sempat tergetar juga ketika di ujung cerita akhirnya si pelaku memilih cinta yang lain, tapi cinta itu memang misterius kan? Semisterius bagaimana ia berawal, tapi yakinlah bahwa manifestasi cinta sejati itu adalah ketika kita bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia juga.

    Will become your blog fans after read this entry :-) . Salam kenal Rin :-)

  17. On March 4th, 2009 at 6:49 pm Anis Says:

    Keren, Rien.. :-)

  18. On May 16th, 2009 at 8:47 pm Ali Masadi Says:

    kak Rien … hebat bener cerpennya.. adikku tuh pengen jadi penulis novel .. kyknya hrs belajar banyak dari kak rien ini…

  19. On May 21st, 2009 at 7:48 pm elmoudy Says:

    aku sangat suka dengan kata2 ini ‘CINTA SEJATI SELALU PUNYA CARA MISTERIUS YANG INDAH UNTUK KEMBALI…’…

  20. On June 9th, 2009 at 4:20 pm cara membuat web Says:

    Sekali-sekali perlu ditulis dan diterbitkan menjadi novel2 pendek..

  21. On August 30th, 2009 at 1:30 am rindang Says:

    Keren,jeng.
    Btw,”asti”…cieeeee!!!
    Hm,hm,hm!!!

    Kapan2 request bikin “rindang”yah.hehehe

    Yg penting,keep writing,dear.

  22. On October 14th, 2009 at 12:05 pm Elang Timur Laut Says:

    Ceritanya cukup menghanyutkan…
    Cool, deh…
    Kalo dibikin film mungkin ratingnya “Two Thumbs Up” kata Roeper & Ebert
    ^_^

  23. On October 21st, 2009 at 12:02 am membuat website Says:

    terenyuh hatiku :-) mestinya nerbitin cerpen aja …keep writing

Email will not be published

Website example

Your Comment: