Rienayesha's Raindrops & Hi Heels

Selembar tissu kusut di meja

December23

Selembar tissue itu sudah tak berbentuk lembaran lagi, tapi sudah berupa gumpalan2 kusut hasil dari apa yang tanganku lakukan. Sejak dari pagi sebenarnya sudah ada beberapa lembar tissu yang bernasib sama, hanya saja lembar terakhir ini masih betah di genggaman tanganku.

Tissu ini jauh dari kesan istimewa tentunya, meskipun aku tahu bahwa untuk memprosesnya butuh waktu yang kadang hingga menembus satu dasawarsa. Tentu saja.. sekarang coba bayangkan, tissu2 ini dibuat dari bubur kertas yang sudah dipanaskan dan ditambahkan bahan kimia ini dan itu.. yang ini mungkin tak lama.. Proses sebelumnya tentu saja menyiapkan bubur kertasnya sendiri, lagi2 memang tak lama. Tapi coba telurusi, bubur kertas dibuat dari kayu kan??  memang proses dari kayu-bubur ini juga tak lama.. Pertanyaannya, lha terus  "lama"nya dimana dunk? tentu saja yang paling lama dan panjang adalah proses tumbuhnya sebuah tunas menjadi sebuah pohon yang siap tebang dan siap diambil kayunya…berapa tahun coba. Toh kenyataannya, alih -alih berhemat dan mensukseskan gerakan  ecology movement tetap saja aku  memakainya sesuka hati

Terlepas dari istimewa dan tidaknya si tissu ini, juga panjang atau tidak proses pembuatannya.. sebenarnya lembaran terakhir ini adalah lembaran yang paling berharga buatku, ya.. setidaknya dalam beberapa jam  ini. Segala kegalauan, kesedihan dan pikiran yang tak tentu arah mendapatkan tempat untuk menyalurkan energinya disana.. lewat jemariku tentunya. Energi negatifku yang pada akhirnya mengoyak dan membuatnya begini. Kutimbang2 lagi.. mungkin  rasanya seperti menemukan sebuah tempat bercerita dalam diam, menangis tanpa airmata, dan menumpahkan amarah tanpa suara. Sahabat setia lain yang mendengarkan kata2 dalam diamku,mengusap airmataku, dan meredam suaraku.

Tissu ini juga serasa menjadi analogi dari sahabat2ku dan Tuhanku tentunya, kadang tak tampak memberi bantuan yang berarti.. tapi dalam cara yang berbeda2 selalu menyediakan sebuah ruang untuk melewati masa2 kurang menyenangkan dan juga  masa2 penuh kebahagiaan. Mereka yang sering terlupakan jasanya, yang sering terlihat ada dan tiada.

Aku tersenyum saat ini  karena karena aku masih mampu menulis tentang lembar terakhir tissu ini, karena berarti masih ada kesyukuran dalam hatiku dan keyakinan bahwa sesungguhkan akan ada yang setia menjadi lembar2 tissuku yang lain nanti… banyak yang akan mengiringiku meskipun tanpa aku sadari. Kesyukuran bahwa sebenarnya hidupku selalu penuh dengan berkah.. hanya perlu sedikit waktu untuk menengok lagi.

Semoga dalam bahagiaku-pun aku tak akan pernah lupa, bahwa "mungkin" ia hanya selembar tissu kusut di meja… tapi ternyata dia memang sungguh istimewa…

 

posted under Daily life, Renungan
16 Comments to

“Selembar tissu kusut di meja”

  1. On December 23rd, 2008 at 2:02 am lelouch Says:

    temen tak akan pernah keberatan menjadi tissue bagi temennya .. :D

  2. On December 23rd, 2008 at 2:03 am rien Says:

    Hehehe, rien berharap bisa begitu juga untuk yang lain. tak penting apakah ia tahu atau tidak, merasa bantuan rien berarti atau tidak. Toh disekeliling rien pun banyak yang bgitu…

  3. On December 23rd, 2008 at 2:23 am h4rold80 Says:

    hmm.. dari selembar tissue lecek aja bisa jadi bahan renungan yg bagus.. saya ga kebayang sebelomnya. thx ya rien, dah membuat saya kembali berfikir. :)

  4. On December 23rd, 2008 at 2:32 am rien Says:

    Sama2 mas… saling mengingatkan saja :-)

  5. On December 23rd, 2008 at 8:27 am suwung Says:

    weh tisu jadi tulisan

  6. On December 23rd, 2008 at 8:31 am rien Says:

    Hasil renungan sesaat mas suwung, plus provokasi dari seseorang…

  7. On December 23rd, 2008 at 12:31 pm slam Says:

    weleh ditulis bener tho…. tapi bagus juga pembahasannya dalem banget, memang rien yang penuh hikmah

  8. On December 23rd, 2008 at 1:09 pm rien Says:

    Hehehe, dibelain bangun tengah malem nerusin nulis satu setengah paragraf yang sudah ada sejak sore sebelum tidur LOL

  9. On December 24th, 2008 at 2:05 am preaxz Says:

    Beli tisu sintetis aja neng, biar tiasa boros

  10. On December 26th, 2008 at 6:54 am gratisanboy Says:

    Salam kenal rien,
    Dah lama pengen mampir cuma baru sempat sekarang…
    HAPPY NEW YEAR… Have a nice year… Thx

  11. On December 26th, 2008 at 6:55 am gratisanboy Says:

    Salam kenal rien,
    Dah lama pengen mampir cuma baru sempat sekarang…
    HAPPY NEW YEAR… Have a nice year… Thx

  12. On December 26th, 2008 at 10:45 am rien Says:

    Welcome gratisanboy, hehehe sering ketemu di site sebelah memang. Tengkiu sudah mampir..

  13. On December 29th, 2008 at 4:54 am a2i3s Says:

    inilah yang a2i3s suka dari Mba,
    “pandai menilai sesuatu, dan mengapresiasikannya dari sudut pandang dan cara berbeda. Penuh warna, dan kata-kata yang mengalir, mengundang tanya, dan selalu menggoda a2i3s untuk berhenti dan sejenak merenung…”

    Seneng banget punya Mba seperti ini, (cozy)

    eh BTW, itu link anchor nya kok gitu siy nulisnya, hehe…

  14. On December 29th, 2008 at 8:49 pm kips Says:

    Mengingatkan usia muda hampir tiap hari menorehkan cerita2 hidup disetiap persimpangan, setelah bertumpuk berakhir kedalam pembuangan jua. Ini merupakan entry urutan kedua setelah yg pertama pernah didongengkan, Insya Allah syarat makna. Met Tahun Baru, 1 Muharram 1430 H.

  15. On December 30th, 2008 at 8:57 pm rien Says:

    Tengkiu aries and mas kips.. blog ini kan memang diniatkan untuk berbagi tho, siapa tahu perjalanan rien dan bantuan teman2 bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat..

    Selamat Tahun baru juga.

    —btw, aries.. anchor link yang mana?—

  16. On May 21st, 2009 at 9:01 pm elmoudy Says:

    aku pengen bersahabat ama rien.. apakah kita bisa tukeran link?

Email will not be published

Website example

Your Comment: