Selembar tissu kusut di meja
Selembar tissue itu sudah tak berbentuk lembaran lagi, tapi sudah berupa gumpalan2 kusut hasil dari apa yang tanganku lakukan. Sejak dari pagi sebenarnya sudah ada beberapa lembar tissu yang bernasib sama, hanya saja lembar terakhir ini masih betah di genggaman tanganku.
Tissu ini jauh dari kesan istimewa tentunya, meskipun aku tahu bahwa untuk memprosesnya butuh waktu yang kadang hingga menembus satu dasawarsa. Tentu saja.. sekarang coba bayangkan, tissu2 ini dibuat dari bubur kertas yang sudah dipanaskan dan ditambahkan bahan kimia ini dan itu.. yang ini mungkin tak lama.. Proses sebelumnya tentu saja menyiapkan bubur kertasnya sendiri, lagi2 memang tak lama. Tapi coba telurusi, bubur kertas dibuat dari kayu kan?? memang proses dari kayu-bubur ini juga tak lama.. Pertanyaannya, lha terus "lama"nya dimana dunk? tentu saja yang paling lama dan panjang adalah proses tumbuhnya sebuah tunas menjadi sebuah pohon yang siap tebang dan siap diambil kayunya…berapa tahun coba. Toh kenyataannya, alih -alih berhemat dan mensukseskan gerakan ecology movement tetap saja aku memakainya sesuka hati
Terlepas dari istimewa dan tidaknya si tissu ini, juga panjang atau tidak proses pembuatannya.. sebenarnya lembaran terakhir ini adalah lembaran yang paling berharga buatku, ya.. setidaknya dalam beberapa jam ini. Segala kegalauan, kesedihan dan pikiran yang tak tentu arah mendapatkan tempat untuk menyalurkan energinya disana.. lewat jemariku tentunya. Energi negatifku yang pada akhirnya mengoyak dan membuatnya begini. Kutimbang2 lagi.. mungkin rasanya seperti menemukan sebuah tempat bercerita dalam diam, menangis tanpa airmata, dan menumpahkan amarah tanpa suara. Sahabat setia lain yang mendengarkan kata2 dalam diamku,mengusap airmataku, dan meredam suaraku.
Tissu ini juga serasa menjadi analogi dari sahabat2ku dan Tuhanku tentunya, kadang tak tampak memberi bantuan yang berarti.. tapi dalam cara yang berbeda2 selalu menyediakan sebuah ruang untuk melewati masa2 kurang menyenangkan dan juga masa2 penuh kebahagiaan. Mereka yang sering terlupakan jasanya, yang sering terlihat ada dan tiada.
Aku tersenyum saat ini karena karena aku masih mampu menulis tentang lembar terakhir tissu ini, karena berarti masih ada kesyukuran dalam hatiku dan keyakinan bahwa sesungguhkan akan ada yang setia menjadi lembar2 tissuku yang lain nanti… banyak yang akan mengiringiku meskipun tanpa aku sadari. Kesyukuran bahwa sebenarnya hidupku selalu penuh dengan berkah.. hanya perlu sedikit waktu untuk menengok lagi.
Semoga dalam bahagiaku-pun aku tak akan pernah lupa, bahwa "mungkin" ia hanya selembar tissu kusut di meja… tapi ternyata dia memang sungguh istimewa…
temen tak akan pernah keberatan menjadi tissue bagi temennya ..
Hehehe, rien berharap bisa begitu juga untuk yang lain. tak penting apakah ia tahu atau tidak, merasa bantuan rien berarti atau tidak. Toh disekeliling rien pun banyak yang bgitu…
hmm.. dari selembar tissue lecek aja bisa jadi bahan renungan yg bagus.. saya ga kebayang sebelomnya. thx ya rien, dah membuat saya kembali berfikir.
Sama2 mas… saling mengingatkan saja
weh tisu jadi tulisan
Hasil renungan sesaat mas suwung, plus provokasi dari seseorang…
weleh ditulis bener tho…. tapi bagus juga pembahasannya dalem banget, memang rien yang penuh hikmah
Hehehe, dibelain bangun tengah malem nerusin nulis satu setengah paragraf yang sudah ada sejak sore sebelum tidur LOL
Beli tisu sintetis aja neng, biar tiasa boros
Salam kenal rien,
Dah lama pengen mampir cuma baru sempat sekarang…
HAPPY NEW YEAR… Have a nice year… Thx
Salam kenal rien,
Dah lama pengen mampir cuma baru sempat sekarang…
HAPPY NEW YEAR… Have a nice year… Thx
Welcome gratisanboy, hehehe sering ketemu di site sebelah memang. Tengkiu sudah mampir..
inilah yang a2i3s suka dari Mba,
“pandai menilai sesuatu, dan mengapresiasikannya dari sudut pandang dan cara berbeda. Penuh warna, dan kata-kata yang mengalir, mengundang tanya, dan selalu menggoda a2i3s untuk berhenti dan sejenak merenung…”
Seneng banget punya Mba seperti ini, (cozy)
eh BTW, itu link anchor nya kok gitu siy nulisnya, hehe…
Mengingatkan usia muda hampir tiap hari menorehkan cerita2 hidup disetiap persimpangan, setelah bertumpuk berakhir kedalam pembuangan jua. Ini merupakan entry urutan kedua setelah yg pertama pernah didongengkan, Insya Allah syarat makna. Met Tahun Baru, 1 Muharram 1430 H.
Tengkiu aries and mas kips.. blog ini kan memang diniatkan untuk berbagi tho, siapa tahu perjalanan rien dan bantuan teman2 bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat..
Selamat Tahun baru juga.
—btw, aries.. anchor link yang mana?—
aku pengen bersahabat ama rien.. apakah kita bisa tukeran link?