November18
Ku injak gas perlahan, aku coba menikmati perjalanan pulangku sore ini. Aku beruntung karena jalur pulang dan pergi ngantor melawan arus kemacetan bandung. Sebenarnya aku khawatir, sungguh aku masih bimbang dengan pilihan untuk mengirimkan kado ini atau menyimpannya.
Read the rest of this entry »
November16
“hoiii…”
lagi2 dana membuatku terkaget2, entah darimana datangnya tahu2 dia sudah berada disebelahkau lagi.
“kok ngelamun terus sih non, ampun deh.. lihat ney, aku aja dah bawa 2 kantong, ehh.. kamu masih asyik aja ngelus2 sweater itu”
“sorry.. bingung milihnya ney”
“itu yang lagi kamu elus2 bagus kok, coklatnya lucu.. buat pak dokter ya???”
aku hanya tersenyum, getir.. seandainya saja dana tahu…
Read the rest of this entry »
November14
"Bu aya, bu… ibu… “
Aku tergagap ketika sadar ternyata satpam kantor berdiri hanya beberapa langkah di depanku.
“ehh, iya pak..”
“maaf, teman ibu sudah menunggu sejak beberapa menit yang lalu”
“ohh.. iya, makasih ya Pak”
Read the rest of this entry »
November12
Adzan baru saja terdengar dari masjid di komplek kantorku, membelah siang yang panas terik, menyiramkan dingin yang menenangkan di hati. Kulirik jam tanganku, 11.44 ehm… masih harus menunggu 15 menit lagi untuk meninggalkan meja.
Read the rest of this entry »