Doa untuk sahabatku…
Hari ini longgar seperti biasa, alhamdulillah. Dan seperti biasa juga ku berlomba dengan waktu berusaha untuk mengubah detik-detik membosankan di depan mataku menjadi menyenangkan, menyulut semangatku sendiri. Setelah buku tak berhasil.. akhirnya aku putuskan membuka file-file lama yang kali ini berisi puisi, tema yang masih mengepulkan asap di kepalaku…Dan inilah salah satu yang aku temukan,
BUKAN CINTA
pagi ini…
untuk kesekian kalinya…
perempuan itu tetap diam
melangkah di jalanan yang sama
mencoba memenuhi hatinya dengan harum melati
mewarnai jiwanya dengan indah pelangi
dan mengaliri dirinya dengan segarnya embun pagi
bukan dengan rekah2 kelopak sang bunga
bukan dengan bias sang cahaya yang memayungi awan
dan bukan dengan kilau kristal di ujung dedaunan
tapi dengan sebuah bayang berbingkai harap
meski dia tahu..
dia tak akan pernah bisa
karena nama itu,
tetap saja…
BUKAN CINTA
Bandung, 25th of April
Puisi lama yang aku buat ketika baru tiba di Bandung. Terispirasi dari seorang sahabat yang tak jua menjatuhkan tambatan hatinya meskipun usia sudah bisa dibilang lebih dari sekedar matang, gundah yang sering ia bagi kadang membuat aku bertanya2 kenapa ia seolah tak mencoba menjawabnya sendiri. Dan itu akan dia akhiri dengan kalimat yang sama “Cinta itu kan nggak bisa dipaksain rien, aku mencobanya berkali-kali dan selalu gagal” tentu saja setelah sekian jam mengalirkan cerita tentang si A dan si B yang ternyata tak berhasil menumbuhkan cinta dalam hatinya.
Glekk… aduhh, kalau diajak berdebat tentang makhluk bernama cinta aku rasa sebaiknya aku mengalah. Sesekali hanya tergoda untuk bertanya sebenarnya dimana letak kesalahannya, takdirkah atau memang kita.. manusia yang tak tahu bagaimana cara yang benar untuk menjalaninya, atau mungkin ini hanya tentang ego dan ketidak bersediaan kita untuk melihatnya dengan cara yang berbeda, wallahu a’lam.. aku tak berani mengira-ngira lagi.
Hanya doa yang selalu aku panjatkan semoga hari yang dinanti akan tiba untuknya, dimana sang tambatan hati mengandeng tangannya untuk berjalan bersama…. melewati sebuah pintu baru untuk menyempurnakan setengah agamanya.